Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya :
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya.. .,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, Mantapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita./Serbaguna.Wordpress.com
Showing posts with label Leadership Challenge. Show all posts
Showing posts with label Leadership Challenge. Show all posts
Saturday, October 25, 2008
Monday, October 20, 2008
Carilah orang yang mau
Untuk menemukan the potential leader, kita perlu mencari orang yang mau bukan sekedar mampu. Mau ikut Tuhan, mau dibentuk jadi murid, mau bayar harga, mau habis-habisan, mau sepakat denganmu, mau ada dibawah otoritas dan mau taat. Tuhan memilih orang-orang yang berespon mau, seperti Maria saat dipanggil oleh Tuhan, seperti kata Firman di dalam Lukas 1:38, bunyinya: Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Tahukah bahwa Yesus memanggil Petrus bukan sebagai orang yang mampu? Petrus bukanlah orang yang hebat dan orang yang luar biasa! Tetapi dia adalah seorang nelayan yang sederhana dan mungkin tidak berpendidikan tinggi. Tetapi yang hebat adalah dia mau untuk dipakai untuk menjadi pemimpin. Bahkan dia segera dengan cepat merespon panggilan Tuhan (Matius 4:18-22). Saya yakin sikap inilah yang Tuhan suka./Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Punya tujuan hidup yang jelas
Setiap orang harus memiliki tujuan yang jelas. Hanya orang mati yang tidak punya tujuan hidup yang jelas. Tujuan itu berbicara apa jadinya kita suatu hari nanti. Kata lain dari tujuan adalah panggilan, kerinduan hati, mimpi ataupun visi. Ini adalah wajib yang harus dimiliki oleh yang hidupnya yang mau maksimal. Penulis Amsal mengatakan bahwa “bila tidak ada wahyu(visi, tujuan), menjadi liarlah rakyat. “Jadi,… dimana tidak ada visi, disinilah awal kekacauan terjadi. Hellen Keller,seorang yang buta pernah ditanya, “Apa yang lebih buruk dari pada dilahirkan dengan kebutaan?” Dia menjawab, “punya penglihatan tetapi tidak memiliki visi. “Pepatah kepemimpinan mengatakan, “Sembilan puluh persen pencapaian sesuatu adalah karena mengetahui apa yang kita inginkan (WHYSIWYG – what you see is what you get).
Memiliki tujuan hidup adalah prasyarat awal dari kesuksesan bagi seorang pemimpin. “Rahasia dari hidup yang sukses adalah menemukan apa yang harus dilakukan dan melakukannya.” Demikianlah perkataan Henry Ford, seorang pencetus industry otomotif dan visionaries. Salah satu kutipan emas yang disusun oleh Geoffrey Moss adalah “seorang manejer dengan visi sering lebih berharga bagi suatu perusahaan daripada seorang manajer dengan berbagai keterampilan.” Anggun Cipta Sasmi dalah sebuah wawancara dengan Gatra mengatakan “Meninggalkan tanah air merupakan keputusan besar dan berat tetapi aku tidak pernah menyesalinya karena aku punya ‘mimpi’.”/Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Memiliki tujuan hidup adalah prasyarat awal dari kesuksesan bagi seorang pemimpin. “Rahasia dari hidup yang sukses adalah menemukan apa yang harus dilakukan dan melakukannya.” Demikianlah perkataan Henry Ford, seorang pencetus industry otomotif dan visionaries. Salah satu kutipan emas yang disusun oleh Geoffrey Moss adalah “seorang manejer dengan visi sering lebih berharga bagi suatu perusahaan daripada seorang manajer dengan berbagai keterampilan.” Anggun Cipta Sasmi dalah sebuah wawancara dengan Gatra mengatakan “Meninggalkan tanah air merupakan keputusan besar dan berat tetapi aku tidak pernah menyesalinya karena aku punya ‘mimpi’.”/Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]
Categories:
Leadership Challenge,
The Purpose of Life
Subscribe to:
Posts (Atom)