Showing posts with label The Purpose of Life. Show all posts
Showing posts with label The Purpose of Life. Show all posts

Wednesday, January 28, 2009

Tuliskan Tujuan Hidupmu

Setelah kita melakukan eksplorasi dengan Tuhan dan diri sendiri, tiba waktunya kita menuliskan semua yang sudah kita dapatkan. Buatlah semacam kesimpulan akhir untuk mendapatkan pernyataan tujuan. Ini diperlukan karena Pernyataan tujuan akan mengekspresikan HAL UTAMA yang akan kita lakukan dalam hidup kita. Seorang pemimpin pernah berkata: "80% kegiatan sehari-hari orang yang sukses harus berada di dalam lingkup pernyataan tujuannya."
Ccontoh Pernyataan tujuan:
  • Charlie Wetzel (penulis dari buku-buku John C. Maxwell): "Dengan menulis, mengajar, dan menasehati, saya rindu mengekspresikan orang-orang dan menolong mereka menemukan tujuan, mengembangkan hubungan mereka dengan Allah dan menjangkau potensi mereka."
  • Yusak Budi Santoso: "Menjadi bapa bagi anak-anak muda yang terpinggirkan."

Dalam menuliskan pernyataan tujuan hidup, kita tidak perlu idealis dan menunggu sempurna melainkan beranikan diri saja untuk menuliskannya. Jangan malu karena sepertinya yang kita dapatkan kok sepele. Ingat, tidak ada yang sepele bagi Tuhan. Jangan takut menuliskan karena yang kita dapatkan sungguh sangat luar biasa. Pede aja lagi!/Budi Abdipatra

Monday, December 22, 2008

Rahasia mengalami kemenangan dan kelimpahan


“..tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar” (Amsal 13:22)

Sistem financial dunia sedang mengalami goncangan besar-besaran, sebagaimana alkitab katakan bahwa kekayaan supranatural akan terjadi pada saat-saat situasi yang paling buruk sekalipun.

Tuhan hampir mendatangkan uang bangsa-bangsa dan menempatkannya dalam tangan anda

Mengapa?

Kekayaan bangsa-bangsa adalah milik orang benar!

Allah telah menyebabkan pergantian kekayaan yang luar biasa sebanyak enam kali melalui alkitab. Allah melakukannya bagi Abraham, Isak, Yakub, Yusuf, anak-anak Israel dan Salomo

Tebak siapa berikutnya?

Anda

Percaya? Anda mungkin berpikir bahwa kedatangan pergantian kekayaan yang amat luar biasa ini tidak akan terjadi bagi anda tapi anda harus menyadari bahwa Allah ingin mencurahkan kekayaan bangsa-bangsa terhadap anak-anakNya seperti yang Allah lakukan dengan enam pergantian dimasa lampau

Kuncinya adalah Perjanjian

Tetapi apa yang orang-orang tersebut lakukan untuk menerima kelimpahan yang mengagumkan ini?

Kuncinya cumin satu kata: Perjanjian!

Saat anda ada didalam perjanjian dengan Allah yang memiliki jagat raya ini, saat ada hidup karib bersama dengan Allah, anda memiliki kunci tersebut untuk mengalami kemenangan, kemakmuran dan kelimpahan

Ingat apa yang Tuhan katakan kepada anak-anak Israel sebelum Tuhan mencurahkan berkat besar-besaran dan melepaskan mereka dari perbudakan: “Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi” (Keluaran 8:23).

Esok harinya, ada penyakit sampar, tapi diantara umat Allah tak satupun wabah yang mau mendekati mereka. Ada sesuatu yang tidak kelihatan, sesuatu pembatas antara umat Allah dengan orang-orang yang tidak percaya.

Allah hampir melakukan hal ini kembali. Mungkin ada dalam hidupmu wabah, goncangan, kehancuran tapi perlindungan dan kelimpahan yang dari Allah akan mengalir terhadap umatNya bahkan ditengah-tengah pergumulan anak-anakNya.

Percepatan mengalami kemenangan dan kelimpahan

Mengapa Allah sangat memberkati anak-anak Israel? Lebih penting lagi, apa yang Allah minta dari mereka?

Hal sebelum berkat luar biasa dicurahkan, pertama Allah meminta mereka untuk berdoa. Allah berkata bahwa setiap keluarga harus membawa korban bakaran. Kemudian, setelah korban dan darahnya tercurahkan, Allah berkata untuk pergi meminta uang dari orang-orang mesir

Doa mempercepat tuaian terjadi!

Sekarang sebagaimana anda mempersiapkan untuk mengalami berkat Tuhan, anda harus mengerti bahwa berkat tersebut tidak hanya semata-mata untuk keuntungan anda sendiri. Hal itu untuk kemuliaan Tuhan Yesus, anak Allah yang Maha Kuasa.

Saya katakana bahwa Allah yang kita layani adalah Allah yang ajaib

Benih anda

Apa yang menjadi bagian anda untuk mengharapkan berkat yang luar biasa ini adalah dengan tetap memberi. Dengan ketaatan memberi, kita akan mengalami sesuatu yang luar biasa dengan punya pengertian bahwa Allah memberkati kita dengan maksud menjadi berkat buat orang lain. (Kejadian 12:2)

Ketaatan adalah kunci untuk mengalami kelimpahan yang akan Tuhan curahkan bagi umatNya. Mungkin kelihatannya mustahil bagi anda saat ini tapi Allah punya rencana lain. Hal itu adalah hal dimana kita tetap taat.

Firman Tuhan menyatakan, “Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi” (Pengkhotbah 11:1-2). Ketika anda menabur, dijamin bahwa berkat Allah akan turun dalam hidupmu, hari ini dan esok! Dan Allah menjamin akan melindungi keuangan kamu seperti kamu menabur buat pekerjaanNya

Terima kasih buat segala sesuatu yang anda lakukan buat kerajaan Tuhan seperti yang kita ketahui bahwa “ … Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” (Zakharia 4:6)./Tr, Immer

Sunday, December 21, 2008

Increase Your Happiness

The eternal search for happiness - we want it, but we seem wired more for dissatisfaction. We get something we think will make us happy and soon we're looking for the next thing. Somehow human achievement and happiness don't seem to fit together. If I'm always working to be more, to grow, how can I just be happy?

I struggle with this all the time myself. And I have some ideas that might help.

1.) Stop trying to have it all, do it all, be it all. You can't. You're going to have to decide what you want the most and really go for it. I want freedom and the price is extraordinarily high. Sometimes I pay by being lonely. But to me, freedom is worth it. Know what's really important to you. Let go of the rest. You can't be the world's greatest mother, wife, and businesswoman. Choose one, give it your best. When you're feeling unhappy, you'll have to remind yourself what's really important to you.

2.) Stop comparing yourself to others. This is a losing battle. There will always be someone who has more of something than you do; who is younger, richer, smarter - whatever. People will be hitting the beach soon - will you be having fun or worrying about how much skinner the girl in the red bikini is? Who cares? Are you ever going to see those people again? And guess what? You'll never be younger than you are now - better enjoy it today!

3.) Celebrate what you have. Be glad you can go to the beach. Some people don't have the money, time or physical ability. Some people can't see the sun sparkling on the water, they are blind. Some are deaf and will never hear the waves. Celebrate all you have - being sad about what you don't have is a waste of time.

4.) Make lemonade! Life is going to give you lemons, I guarantee it. What you do with them is what impacts your happiness. Several months ago I was lucky enough to be in a relationship, but things didn't work out. I was sad, but there was nothing I could do about it. I could throw a pity party (two of my last standing single girlfriends got engaged around the same time) or I could make lemonade. I decided to use this as the catalyst to finally book my trip to Australia. Living well is the best route to happiness. Something bad happens, you plan something good.

5.) Don't put your eggs in someone else's basket. Waiting for your spouse, boss, child to do something to make you happy? This is a bad strategy. I usually do something nice for myself on Valentine's Day (see #4), but this year I had a boyfriend, so I figured he would do something. When he didn't, I was sad and disappointed. If I had been responsible for my own happiness, I would have had a great Valentine's Day. Most folks have enough trouble with their own eggs in their own baskets. Look after your own eggs and you'll have a better shot at happiness.

6.) Just do it! Often our unhappiness is caused by something we could fix - a job we could leave, a relationship we could end, a pile of clutter we could clean up, debt we could pay off, etc. But we'd rather agonize over it, worry about it, and let it steal our joy. Sometimes the best course of action is to suck it up and deal with it. Sit down one weekend and clean up the clutter or map out a plan to start paying off the debt and then do it. If you don't, choosing instead the short term pleasure of doing something else or buying something else, the situation usually gets worse and you're more unhappy. Sometimes you have to trade short term pleasure for long term happiness.

And finally, remember that happiness means different things to different people - for some it may be spending time with family, for some it may mean travel, for some work. Know what it means for you and strive to add more of it in your life./articlesbase

Monday, November 10, 2008

Kapan Menikah?

"KAPAN NIKAH???"
"UDAH, JANGAN MILIH-MILIHLAH! !!"
"JANGAN LAMA-LAMA!!! !"
"JANGAN KEJAR KARIER TERUS DONG!!!"

Tiba-tiba kalimat-kalimat norak diatas jadi sering gue denger dari
orang-orang disekitar gue.... nyebelin banget! dan mungkin banyak
dialamin juga sama sebagian besar dari kalian semua
(sorry buat yg udah punya pasangan hehehhe...)

KAPAN NIKAH????
ya gak tau! emang kenapa sih kalo gue masih pengen sendiri?
emangnya gue bakalan membuat penipisan lapisan ozon makin cepat dengan
kesendirian gue.

UDAH JANGAN MILIH-MILIH! !!
Kok jangan milih-milih sih? MEMILIH ITU PENTING. Pada saat gue
memutuskan untuk menikah dengan lawan jenis dan bukan sesama jenis
aja. berarti gue sudah melakukan pemilihan (sadis amat sih contohnya
hehehhehe... .)

Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan si pria A dan bukan si
pria B, berarti gue sudah melakukan pemilihan. Pada saat gue
memutuskan untuk menikah dengan pria
yang seiman dan bukan yang beda kepercayaan, berarti gue sudah
melakukan pemilihan. SIAPA BILANG JANGAN MILIH-MILIH.

JANGAN LAMA-LAMA!!!
LHAAAA... emangnya gue si hunter (nama anjing gue) yang gak bisa
ngeliat doggy betina, langsung dikejar-kejar buat dikawinin. Dua
pribadi yang berbeda membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama
lain. Lebih baik menyisihkan waktu lebih lama di waktu pendekatan atau
pacaran daripada mengambil keputusan gegabah dengan resiko menyesal
seumur hidup.

JANGAN NGEJAR KARIER TERUS!!!
Gue gak ngejar karier, gue ngejar gajinya hahahha.....
nikah itu butuh modal dan modal itu harus dikumpulin sedikit demi
sedikit bukan jatuh dari langit.
Gue justru ngeri ngeliat temen-temen gue yang berlomba-lomba nikah,
kalo gue tanya alasannya pasti karena umur,
desakan orang tua yang mulai malu karena anak gadisnya gak laku-laku,
takut dibilang perawan tua.
Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat temen-temen gue "tutup mata"
terhadap setiap perbedaan yang justru sebetulnya sangat penting
untuk dipertimbangkan pada masa pacaran
apakah memang "gue itu tulang rusuknya dia" (buat yang cewek)
atau apakah "dia tulang rusuk gue " (buat yang cowok),
mereka punya prinsip yang penting nikah dulu.
mereka dengan gampangnya
berpikir bahwa karakter buruk yang sudah tertanam selama
berpuluh-puluh tahun didalam diri "sang kekasih" bisa hilang begitu
saja pada saat menikah.

Gue tahu mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat gue, tapi gue
gak mau menikah hanya karena masalah umur, siapa sih yang berhak
ngasih patokan umur seseorang untuk menikah? siapa sih yang berani
jamin bahwa nikah di umur 25 tahun akan lebih bahagia dari yang nikah
di umur 30 atau lebih?,
coba liat di catatan sipil, angka perceraian
paling tinggi terjadi pada pasangan yang menikah pada umur yang mana
(kalo udah dapet datanya, kasih tau gue ya, soalnya gue sendiri gak
pernah ngecek hahahahh.... )

Malah menurut gue menikah diusia 30 atau lebih itu banyak sisi baiknya,
karena disitu biasanya emosi seseorang sudah lebih stabil,
kedewasaan temperamen sudah mulai terbentuk, persiapan materi cukup
memadai.
(materi itu tetap harus masuk dalam pertimbangan dong, kan
gak bisa bayar listrik sama bayar telepon pake surat cinta),
Gue juga gak mau menikah karena desakan orang tua atau karena takut dibilang
perawan tua, yang ngejalanin pernikahan itu kan gue bukan mereka, yang
bakalan tanggung semua resiko kalo ada masalah kan gue bukan mereka,
perkawinan kan bukan tuk dibuat main-main apalagi trus kawin - cerai.
kebayang gak tuh kalo sampe salah milih bakalan sengsara seumur hidup.

JADI LU GAK PENGEN NIKAH?
GUBRAKKK.... !!!!
gue pasti pengen nikah tapi dengan alasan yang tepat, gue pengen nikah
karena gue menyadari bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani
sendirian (ceileee...puitis amat lu),
gue pengen nikah karena gue
menyadari gue membutuhkan seseorang yang bisa saling mendukung dalam
segi spiritual dan material, gue pengen nikah karena gue butuh
menyayangi seseorang dan butuh untuk disayangi
(hihihihi... jadi malu nih), dan masih banyak lagi...
tapi yang jelas gak bisa ditentuin kapan waktunya,
bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama
yang DIATAS.

DON'T PUSH ME TO GET MARRY SOON, LET ME WAIT MY TIME, CAUSE MY GOD
WILL PROVIDE ME THE BEST PERSON WHEN THE TIME COMES.

--------------------------------------------------------------------------
Kenapa perkawinan bisa bertahan ?
Jawabnya sederhana : karena KOMITMEN !!

Kita berkomitmen untuk hidup bersama dengan orang yang sangat berbeda dengan kita.
Kita berkomitmen untuk mengisi segi-segi yang kurang dari pasangan kita.
Sama seperti kita juga menerima dia untuk mengisi kekurangan kita.
Justru semakin banyak kekurangan pasangan kita,
maka semakin berguna hidup kita.
Dan semakin banyak kekurangan kita, semakin banyak kita
menerima dari pasangan kita.
Kekurangan itu tidak semakin berkurang
dengan bergulirnya waktu...tapi terus bertambah.
Dan kita pun akan semakin banyak
harus mengisi kekurangan pasangan kita,
sementara kita juga semakin banyak menerima dari pasangan kita.

Kalau kita sudah malas berkomitmen, maka perkawinan sudah diambang
pembubaran. Tidak perlu menunggu orang kedua atau ketiga.
Semua itu ada dari dalam diri kita sendiri.

Jadi begitulah...
Kalo memang belum siap berkomitmen. ...
biar pun pacaran 10 tahun...
20 tahun... seyogyanya nggak usah married.
Biar aja orang lain yang cape komentar.
Toh yang akan menjalankan hidup berkeluarga nanti adalah
kita berdua... dan kelak anak-anak kita juga.
Memang ada yang bilang, ngapain pacaran lama-lama....
kalau sudah ada yang mau ya langsung saja.
Itu juga oke... bagaimana kita mampunya aja berkomitmen.

Ada yang bilang, perkawinan itu seperti main judi.
Tapi judi kan seperti tebak-tebakan. Untung-untungan.
Padahal perkawinan bisa dipelajari.
Saya bilang, perkawinan itu seperti sekolah tanpa akhir...
tanpa ijazah...
Tiap hari kita belajar, tiap hari kita ujian...
dan uji ketahanannya harus seumur hidup.

Satu hal... tidak ada perkawinan yang ideal !
Setiap pasangan memiliki pola sendiri. Jadi kita sendirilah yang
membuat perkawinan itu mau ideal apa tidak.
Jadi jangan mencontek perkawinan orang lain...
karena kita bukan menikah dengan salah satu pasangan yang ideal itu...
dan kita pun bukan pasangan ideal dari
orang yang ideal di luar sana.
Yang cocok untuk orang lain, belum tentu ideal untuk kita.
Yang cocok untuk kita, belum tentu ideal buat orang lain.


Note : "Segala sesuatu indah pada waktunya.."
Percayalah bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik dan yang sempurna!

Ketika saat ini engkau masih menunggu pasangan hidupmu, persiapkanlah dirimu..
isi lah tabung single mu dengan cinta NYA..Sebelum engkau dipertemukan,
Tuhan rindu agar engkau sungguh2 menikmati masa single mu bersama Tuhan,
memiliki hati yang melekat dengan NYA..
Ketika waktu nya tiba untuk engkau dipertemukan dengan pasangan hidupmu,
maka engkau akan melihat bahwa rencana NYA indah pada waktunya
dan engkau akan begitu terkagum-kagum melihat kisah cintamu ditulis langsung oleh NYA !!
Dan saat itu engkau telah siap untuk memasuki kehidupan baru untuk
menggenapi setiap rencana Nya dalam hidupmu ! =)

God Bless....

Monday, October 20, 2008

Punya tujuan hidup yang jelas

Setiap orang harus memiliki tujuan yang jelas. Hanya orang mati yang tidak punya tujuan hidup yang jelas. Tujuan itu berbicara apa jadinya kita suatu hari nanti. Kata lain dari tujuan adalah panggilan, kerinduan hati, mimpi ataupun visi. Ini adalah wajib yang harus dimiliki oleh yang hidupnya yang mau maksimal. Penulis Amsal mengatakan bahwa “bila tidak ada wahyu(visi, tujuan), menjadi liarlah rakyat. “Jadi,… dimana tidak ada visi, disinilah awal kekacauan terjadi. Hellen Keller,seorang yang buta pernah ditanya, “Apa yang lebih buruk dari pada dilahirkan dengan kebutaan?” Dia menjawab, “punya penglihatan tetapi tidak memiliki visi. “Pepatah kepemimpinan mengatakan, “Sembilan puluh persen pencapaian sesuatu adalah karena mengetahui apa yang kita inginkan (WHYSIWYG – what you see is what you get).

Memiliki tujuan hidup adalah prasyarat awal dari kesuksesan bagi seorang pemimpin. “Rahasia dari hidup yang sukses adalah menemukan apa yang harus dilakukan dan melakukannya.” Demikianlah perkataan Henry Ford, seorang pencetus industry otomotif dan visionaries. Salah satu kutipan emas yang disusun oleh Geoffrey Moss adalah “seorang manejer dengan visi sering lebih berharga bagi suatu perusahaan daripada seorang manajer dengan berbagai keterampilan.” Anggun Cipta Sasmi dalah sebuah wawancara dengan Gatra mengatakan “Meninggalkan tanah air merupakan keputusan besar dan berat tetapi aku tidak pernah menyesalinya karena aku punya ‘mimpi’.”/Budi Apdipatra [Warta Jemaat GKKD Djogja]