Showing posts with label Manna. Show all posts
Showing posts with label Manna. Show all posts

Thursday, April 2, 2009

Membawa Mimpi Tuhan Jadi Realita

Seorang ibu yang mengandung, sementara bayinya masih dalam kandungan, sang ibu sudah memiliki begitu banyak impian dan harapan tentang masa depan bayinya. Bahwa kelak anaknya menjadi orang yang sukses.

Demikian pula Tuhan. Dia memiliki mimpi untuk Anda dan saya. Lama sebelum kita mengenal Tuhan, Dia sudah punya destinasi, impian dan harapan tentang bagaimana hidup kita.

Detik kita bertobat, Tuhan mulai menanam impian-Nya di hati kita. Dia mengkomunikasikan mimpiNya melalui firman. Semakin setia kita mengikut Tuhan, semakin kuat impresi mimpi itu.

Salah satu impian Tuhan tertulis di Yeremia 29:11 yang berbunyi:
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Di sini Tuhan berkata bahwa Dia sudah mempersiapkan masa depan yang baik untuk kita semua. Seperti seorang ibu yang yang punya rancangan-rancangan yang baik bagi anaknya, demikian juga Tuhan. Namun ada perbedaan antara impian seorang ibu dan impian Tuhan.

Impian Tuhan akan hidup selamanya di roh kita. Impian Tuhan tidak akan mati asal kita tidak menyimpan kepahian, kecewa dan kuatir. Dari pihak kita, diperlukan kerjasama untuk membuat impian Tuhan termanifestasi. Ada dua hal yang perlu dilakukan agar mimpi Tuhan menjadi realita.

Pertama, kita harus rela bersabar menanti manifestasi mimpi tersebut. Yusuf menunggu selama 13 tahun – dari umur 17 sampai 30 tahun – untuk mimpi Tuhan digenapi.

Kedua, kita harus selalu menjaga hati agar mimpi itu tetap hidup. Setan selalu mencoba mencuri mimpi Tuhan sebab dia tidak suka jika kita menjadi seperti yang Tuhan mau.

Setan berusaha keras mematikan mimpi Tuhan di kita dengan menembakkan kepahitan, kekecewaan dan kuatir di hati kita. Dia juga akan melemparkan berbagai godaan supaya kita jatuh dalam dosa dan kehilangan mimpinya Tuhan. Yusuf mengalami godaan di rumah Potifar melalui istri Potifar. Tetapi Yusuf menjaga hati sepenuhnya untuk mimpi Tuhan. Hanya dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum mimpi Tuhan bagi Yusuf tercapai, yaitu menjadi perdana menteri Mesir.

Tahukah Anda mimpi Tuhan bagi Anda? Jika belum, mintalah kepada Tuhan supaya Dia mewahyukan mimpi-mimpi- Nya di hati Anda, agar Anda tahu ke mana Ia membawa Anda. Tidak jadi soal, apakah Anda baru bertobat atau sudah lama menjadi anak Tuhan; Dia berkata bahwa mimpi-Nya tersedia bagi semua orang percaya. Jika Anda percaya, maka mimpi Tuhan itu akan menjadi milik Anda./Mail

GBU :)

Wednesday, January 28, 2009

Rendahkan hatimu dan Ia akan meninggikanmu

Anak-Ku,

Lihatlah disekitarmu. Siapakah orang yang paling tidak bahagia? Apakah mereka orang-orang yang selalu mencoba mengalahkan orang lain? Orang-orang yang menjatuhkan orang lain untuk membuat dirinya kelihatan baik? Biarlah Aku memberitahumu sebuah rahasia. Kamu bisa menjadi yang terbaik tanpa menjatuhkan orang lain. Kamu dapat merangkul orang lain daripada mencoba menjatuhkan mereka. Pertandinganmu satu-satunya hanyalah antara dirimu senyatanya dengan dirimu sebagaimana yang kamu inginkan. Di dalam kompetisi itu kemajuanmu merupakan hadiahmu. Sebagaimana kamu belajar untuk selalu merangkul orang lain tanpa menonjolkan dirimu ke muka, kamu akan menyadari bahwa Aku yang akan mengangkatmu

Bapamu, Tuhan

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan dan Ia akan meninggikan kamu (Yakobus 4:10)

Thursday, November 6, 2008

Aku bertanya kepada Tuhan

Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak kaya...


Lalu Dia menunjukkan
seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak
memiliki siapapun untuk berbagi.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak cantik...


Lalu Dia menunjukkan
seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter
yang buruk.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...


Lalu Dia menujukkan seorang
anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena
kecelakaan mobil.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak memiliki rumah besar...


Lalu Dia menunjukkan sebuah
keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil
sesak...dan terpaksa tinggal dijalanan.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku harus bekerja...


Lalu Dia menunjukkan
seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak
memiliki kesempatan untuk belajar membaca.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...


Lalu Dia menunjukkan
seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu
tidak memiliki harta lagi.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak pintar...


Lalu Dia menunjukkan
seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan
kepintarannya untuk kejahatan.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...


Dia lalu menunjukkan
AlkitabNya...Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di
Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa
besar Ia mengasihiku...

Dan itu cukup
bagiku



I TESALONIKA
5:18

'Mengucap syukurlah dalam
segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi
kamu.'/Mail

Lihatlah Dia lebih besar dari apa yang kita hadapi

Anak-Ku yang Tercinta,

Di manakah menurutmu Aku tinggal? Di Surga? Kamu benar, namun Aku juga tinggal di dunia melalui Roh Kudus-Ku. Aku tengah bekerja di sekitarmu, membantu & menasihati anak-anak-Ku. Namun Aku malah lebih dekat dari itu. Jika kamu adalah seorang Kristen, Aku tinggal di dalam dirimu. Aku merasakan yang kamu rasakan. Maka, ketika kamu membutuhkan-Ku, kamu tak usah melihat jauh-jauh. Pada suatu ketika di dalam sejarah, umat-Ku harus pergi ke tenda atau ke bait-Ku untuk menemui-Ku. Kini tidak lagi. Karena Yesus mati di kayu salib, kini Aku bisa hidup di dalam dirimu. Kamulah bait-Ku kini Aku mengetahui setiap pikiranmu. Kamu dapat memanggil-Ku setiap saat. Aku di sini, sedekat denyut jantungmu.

Bapa Surgawimu, Tuhan

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat (Yesaya 55:6)

RENUNGAN - Kamis, 06 November 2008

Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kau suruh kami & memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya & inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, … Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju & menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" ( Bil 13:27-30 )

Apakah yang dilihat para pengintai itu salah? Tidak! Mereka menceritakan yang sebenarnya. Lalu apakah yang dikatakan oleh Kaleb itu salah? Tidak juga! Dia melihat janji Tuhan. Betul, mereka melihat hal yang sama. Ada berkat, ada masalah, mungkin sama seperti yang kita alami saat ini. Pertanyaannya adalah apa yang lebih banyak kita lihat? Apa yang mengendalikan hidup kita? Adakah kita dikuatirkan oleh masalah yang memang ada? Atau dikuatkan oleh janji Tuhan yang juga memang ada? GBU.../Mail

Thursday, October 23, 2008

Dia merasakan apa yang sedang kita rasakan

Anak-Ku,

Pada suatu waktu di Perancis, para buruh berunjuk rasa karena mereka tidak mempunyai roti lagi untuk dimakan. Ratu yang tidak tahu apa-apa mendengar tentang hal itu dan berkata," Ah, biarkan mereka makan kue." Ia begitu terbiasa dikelilingi oleh kekayaan dan kemewahan sehingga tidak dapat membayangkan rakyat yang tidak mempunyai makanan sama skali. Sejumlah orang berpikir bahwa Aku seperti ratu itu. "Tuhan tinggal di Surga. Bagaimana Ia bisa tahu apa yang dialami kita manusia?" Tetapi Aku tahu, karena Aku memilih untuk hidup bersamamu. Begitu mengerti, sehingga putra-Ku yang juga Tuhan, menjadi seorang laki-laki. Ia tidak hanya mengunjungi bumi. Ia menjadi manusia. Di kayu salib, Yesus merasakan semua kesakitan yang pernah dirasakan manusia lain. Maka, Aku merasakan kesakitanmu. Aku tahu seperti apa rasanya. Aku bersamamu.

Bapamu, Tuhan (Imamat 26:11-12)/Mail

Wednesday, October 22, 2008

Biarkan Yesus menenangkan badai hidupmu

Anak-Ku yang Tercinta, Pada suatu ketika Yesus dan kawan-kawanNya pergi melaut, badai yang ganas mengamuk dan setiap orang menjadi panik, setiap orang, kecuali Yesus. Yesus berada jauh di belakang kapal untuk tidur. Hal ini tidak memberikan kesan yang baik terhadap kawan-kawanNya. kebanyakan dari mereka kesal karena Ia tidur selama mereka menghadapi kesulitan besar.

Apa yang dilakukan Yesus? Ia berdiri dan memerintahkan angin serta ombak. "Diam! Tenanglah!" Ia berkata dan badai menjadi reda. Yesus masih melakukan hal-hal dahsyat seperti itu. Tak menjadi masalah badai apa yang kamu hadapi, bicaralah kepada Yesus mengenai hal itu. Katakanlah kepada-Nya apa yang kamu butuhkan. Ia dapat berfirman terhadap keadaan sulit di dalam hidupmu dan kamu akan mengenal kedamaian-Nya. Biarlah Yesus menenangkan badai hidupmu. Milikmu Yang Penuh Kedamaian, Tuhan Markus 4:39/Mail

Sunday, October 21, 2007

Tuhanlah benteng perlindungan

Anak-Ku, Tahukah kamu akan cerita tentang 3 Ekor Babi Kecil. 2 ekor babi yang bodoh membangun rumah mereka dari rumput kering dan kayu. Rumah-rumah itu TIDAK aman terhadap serigala buas yang besar. Tetapi babi yang bijaksana membangun rumahnya dari batu bata dan serigala tidak dapat merobohkannya. Babi yang bijaksana itu tidak mempercayai keahlian tukang batunya, ia tidak mempercayai kekuatannya. Ia menaruh kepercayaan pada satu hal - kekokohan diri batu bata itu.

Jika kamu menganggap bahwa kamu cukup cerdik untuk mengalahkan iblis dengan kekuatanmu sendiri, ia akan memakanmu habis. Hanya ada 1 hal yang dapat mencegah iblis untuk mengalahkanmu … taruhlah Aku pertama-tama di dalam hidupmu. Maka, bagaikan babi yang bijak, kamu dapat menertawakan serigala buas yang besar itu. Bentengmu, Tuhan Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah (Maz16:8)/Mail